Konservasi berbasis komunitas telah lama diidentifikasi sebagai solusi untuk mengatasi masalah hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dan kemiskinan pedesaan. Melalui pendekatan ini, Planet Indonesia bekerja sama dengan masyarakat pesisir di Kalimantan Barat untuk melindungi hutan mangrove dan meningkatkan pengelolaan perikanan. Studi ini menggunakan Kerangka Penilaian Dampak Partisipatif (Participatory Impact Assessment/PIA) untuk mengevaluasi hasil program konservasi yang dipimpin oleh komunitas di Desa Sungai Nibung.
Mengapa Menggunakan PIA?
PIA memberikan masyarakat setempat kesempatan untuk menilai langsung dampak dari berbagai aktivitas konservasi dan pembangunan yang dilaksanakan. Melalui Focus Group Discussion (FGD), masyarakat mengidentifikasi perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mereka alami. Hasil evaluasi ini memberikan data berharga yang mendasari langkah-langkah lebih lanjut untuk memastikan bahwa kesejahteraan sosial tetap terjaga seiring dengan konservasi alam.
Dampak Ekologi
Desa Sungai Nibung terletak di area mangrove seluas 3.058 hektar, yang sekarang dikelola oleh masyarakat lokal melalui skema Perhutanan Sosial. Dalam kurun waktu dua tahun, deforestasi mangrove berkurang signifikan dari 9,5 hektar per tahun sebelum proyek dimulai menjadi hanya 0,95 hektar per tahun. Sementara itu, hasil tangkapan kepiting lumpur meningkat, menunjukkan bahwa sistem reservasi mangrove sementara (Temporary Mangrove Reserves/TMR) efektif dalam mendukung regenerasi sumber daya laut.
Dampak Sosial & Ekonomi
Pendapatan masyarakat meningkat secara signifikan, terutama dari hasil perikanan. Selain itu, akses ke layanan kesehatan dan pendidikan juga diperbaiki melalui program ini. Berdasarkan survei PIA, lebih dari 90% masyarakat di desa tersebut mengandalkan perikanan sebagai sumber mata pencaharian utama. Dampak lain yang teramati adalah peningkatan kualitas kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama bagi perempuan dan kelompok rentan yang mendapatkan manfaat dari kursus literasi yang dijalankan selama tiga tahun.
Dampak Sosial & Ekonomi
Patroli hutan yang dilakukan oleh anggota komunitas dan staf LSM lokal membantu menegakkan perjanjian konservasi dengan memantau aktivitas ilegal. Penerapan skema reservasi mangrove sementara juga telah meningkatkan ukuran dan jumlah tangkapan ikan di 18 sungai yang menjadi area konservasi sementara. Ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan masyarakat langsung dapat meningkatkan keseimbangan antara konservasi dan kesejahteraan sosial-ekonomi.
Kesimpilan
Pendekatan Penilaian Dampak Partisipatif (PIA) yang diterapkan di Desa Sungai Nibung membuktikan bahwa integrasi antara konservasi dan kesejahteraan sosial-ekonomi dapat dicapai dengan pendekatan yang inklusif. Dengan dukungan masyarakat setempat, dampak positif pada lingkungan dan kehidupan sehari-hari dapat dicapai secara berkelanjutan. Data kuantitatif mengenai pengurangan deforestasi dan peningkatan hasil tangkapan memberikan bukti kuat bahwa program ini berhasil.
Untuk mengetahui lebih lengkap, silakan baca di: British Ecological Society Journal
Penulis Artikel Ilmiah:
Adam E. Miller, Andrew Davenport, Stephanie Chen, Caroline Hart, Demi Gary, Ben Fitzpatrick, Muflihati, Kartikawati, Sudaryanti, Novia Sagita
Penulis Konten:
Pramudya Lazuardi
